Pada hari ini saya dan teman-teman peserta program kepemimpinan LPDP Batch 2 mendapatkan materi yang sangat menarik, yaitu mengenai pemberantasan korupsi di Indonesia. Tema ini dibagi menjadi dua sesi dengan narasumber sesi pertama adalah mantan wakil ketua KPK, Eri Riana Harja Pamungkas, dan narasumber sesi kedua adalah aktris cantik Ine Febrianti. Pada sesi pertama, Bapak Eri mengangkat ‘Combating Corruption, Integrity, and Leadership’ sebagai subjudul diskusi kami dengan menitikberatkan pada ethical leadership.

Sebelum berbicara mengenai ethical leadership, apa sih sebenarnya values, morals, dan ethics itu? Bapak Eri menjelaskan bahwa values merupakan core beliefs/ desires yang memandu dan memotivasi perilaku (attitudes) dan tindakan (actions), atau dalam kata lain values merupakan pedoman yang ada dalam diri kita. Morals adalah keyakinan individu mengenai apa yang salah dan apa yang benar serta evaluasi diri mengenai nilai-nilai dan perilaku atau biasa disebut sebagai pedoman di dalam hati. Ethics adalah pedoman-pedoman dalam berperilaku/ yang menunjukkan orang dalam berperilaku sesuai dengan nilai-nilai. Bapak Eri mengatakan bahwa dalam prakteknya, mematuhi hukum itu merupakan sesuatu yang pasti tetapi lebih baik lagi kalau kita mengandalkan etika. Dengan kata lain, apabila etika sudah kita jalankan dengan baik, otomatis semua peraturan pasti kita penuhi (etika memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kepatuhan terhadap hukum).

Dalam pertumbuhan bisnis saat ini, sangat dimungkinkan orang untuk melakukan unethical practices dalam menjalankan pekerjaannya. Oleh karena itu, seorang business executive harus selalu bertanya pada dirinya dan bawahannya, apa sih sebenarnya key values dari bisnis mereka sehingga semua karyawan bisa bekerja sesuai dengan values yang dianutnya dan kode etik yang berlaku di sektor dimana dia bergerak di dalamnya, dan itulah yang disebut dengan ethical leadership.

Pelaksanaan kepemimpinan yang tidak berlandaskan dengan etika bisa menimbulkan adanya fraud. Menurut Donald R. Cressey, ada tiga faktor penyebab yang harus dihilangkan untuk menghalangi munculnya fraud yang dideskripsikan sebagai Fraud Triangle, yaitu:
  1. Opportunity: situasi yang memungkinkan fraud terjadi, misalnya karena pengawasan yang lemah, kurangnya kapasitas untuk menghasilkan mutu, kelemahan dokumentasi, ringannya balasan bagi yang melanggar, dll.
  2. Rationalization: rasionalisasi terhadap perilakukanya/ fraud yang telah dilakukan
  3. Motive/ pressure: kebutuhan akan sesuatu yang menyebabkan dilakukannya fraud, seperti desakan uang, kerja, obat, dll.

Tindakan fraud/ korupsi tersebut bisa menyebabkan kerugian yang sangat besar sehingga harus segera diberantas. Oleh karena itu, diharapkan minimal setiap dari kita, sebagai seorang pemimpin, mampu melakukan managing ethical dilemma dalam kehidupan sehari-hari dengan menanamkan etika, kejujuran/integritas, dan tanggung jawab dalam setiap perilaku dan tindakan kita.

Kalau dilihat dari tindakan pemerintah terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia, pemerintah telah menerapkan dua strategi besar, yaitu penindakan secara hukum dan pencegahan. Akan tetapi, usaha pemerintah ini tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya system yang mendukung, dokumentasi yang lengkap, pelaksanaan strategi secara menyeluruh, dan adanya keberlanjutan dimana Bapak Eri memperkirakan bahwa masih sekitar 20 tahun lagi Indonesia akan bebas dari korupsi. Lalu, solusi apa yang mungkin bisa kita lakukan dalam unethical condition? 1. Control system, 2. People’s education and development, 3. Role modeling and leadership. Oleh karena itu, sebagai calon pemimpin masa depan, kita diharapkan mampu memberikan keteladanan mulai dari sekarang dan mengkader calon generasi penerus kita nantinya.

To be continued

0 comments:

Post a Comment

About the writer

Hello! I am Dinur Rahmani Sadat || Just graduated from Universitas Indonesia || A dreamer and dream achiever || Lecturer and IT Consultant wanna be || Drawing and reading for pleasure || LPDP scholarship candidate

Tag Cloud

Cool Labels by CBT