Materi terakhir yang diberikan di program kepemimpinan LPDP kemarin lusa (30 Juni 2013) tidak kalah seru dengan materi-materi sebelumnya. Dengan pembicara dari seorang entrepreneur yang jago di bidang online marketing terutama SEO (Search Engine Optimization), Bapak Yunus Bani Sadar, berbagi ilmu mengenai penyampaian knowledge sekaligus personal branding melalui social media. Menurut data yang dimiliki oleh beliau, pengguna internet di Indonesia pada tahun 2013 telah mencapai 70 juta orang, dengan pengguna Facebook sebanyak 54 juta orang, pengguna Twitter sebanyak 25 juta orang, dan pengguna mobile device, khusus Blackberry dan Android, sebanyak 12 juta orang. Belum lagi ditambah dengan semakin banyaknya invasi-invasi dari multinational companies yang bergerak dengan menggunakan teknologi internet sebagai media business model-nya, seperti pembukaan kantor Google di Indonesia, peluncuran Dakota oleh Blackberry di Indonesia, maraknya e-commerce luar yang menjadikan Indonesia sebagai target market mereka, dll. Nah, dari data-data tersebut kita harus kreatif nih, bagaimana caranya mengubah invasi tersebut menjadi sebuah potensi untuk melakukan personal branding.

Lalu, gimana sih caranya untuk bisa membuat personal branding itu? Kalau menurut Bapak Yunus, rumusnya adalah ‘getting found’ dan ‘consistent’! Dengan kemajuan teknologi internet dan banyak digunakannya social media kita harus turut aktif di dalamnya sehingga orang lain bisa dengan mudah menemukan dan berinteraksi dengan kita, sedangkan konsisten berarti kita harus istiqomah dalam ‘beraktivitas’ di sana. Kenapa harus socmed? Pertama, karena socmed tidak memiliki batasan apa pun dalam hal tujuan penggunaannya (no boundaries). Kedua, socmed tidak memiliki keterbatasan jarak (no distance). Terakhir, karena socmed tidak memiliki batasan waktu (no time limit). Artinya, setiap orang bebas menggunakannya untuk kepentingan apa pun, dimana pun, dan kapan pun. Internet, khususnya dalam kasus ini adalah socmed, sangat melegalkan kebebasan. Oleh karena itu, penggunaannya benar-benar tergantung pada si penggunanya, apakah akan digunakan sebagai media untuk melakukan kebaikan atau kejahatan. Analoginya seperti sebuah pisau. Benda tersebut bisa digunakan sebagai mengiris roti, mengoles selai, atau untuk menusuk orang.

Dalam pembahasan singkat materi ini, Pak Yunus hanya membahas 3 socmed yang paling sering digunakan orang (tanpa ada urutan). Pertama adalah blog. Saya yakin kalian semua sudah pada tau apa itu blog tapi nggak semua tau blog yang bagus itu yang seperti apa. Pak Yunus menyebutkan tiga parameter yang bisa dijadikan patokan untuk menentukan apakah blog kita tergolong great blog atau tidak, yaitu content yang berarti kualitas isi tulisan dalam blog kita, traffic yang berarti seberapa sering blog kita dikunjungi oleh orang lain, dan design yang berarti user interface atau tampilan dari blog kita. Untuk manajemen blog sendiri, Pak Yunus memiliki sebuah life cycle yang bisa kita tiru, yaitu ide, tulis, bagikan, lalu evaluasi. Lalu, bagaimana cara kita untuk menaikkan traffic blog kita? Karena search engine yang paling banyak digunakan oleh orang di seluruh dunia adalah Mbah Google, maka cara paling efektif yang bisa dilakukan adalah dengan menaklukkan si Mbah, dengan penggunaan keyword, content, dan optimization (atau yang sering dikenal dengan SEO). Oleh karena itu, untuk bisa menjadi Google friendly blog, blog teman-teman haruslah mengikuti trends, keyword-minded, informative, fresh, dan up-to-date.
Kemudian yang kedua adalah Facebook. Pada punya akun Facebook dong? Socmed yang satu ini memang terkenal sebagai socmed yang paling banyak digunakan oleh orang sebagai media interaksi, sebagai media bisnis, maupun sebagai media narsis. Beberapa tips penggunaan Facebook yang baik oleh Bapak Yunus, antara lain:
  1. Gunakan username dan profil yang jelas!
  2. Buat konten; baik berupa status, tulisan, maupun gambar; yang shareable, interactive, dan memiliki pesan positive.
  3. Jangan suka tag foto ke orang lain kecuali foro tersebut memang foto bersama (no photo tagging).
  4. Gunakan akun untuk berinteraksi dengan kolega kita atau page untuk berinteraksi dengan khalayak umum bagi seorang tokoh.
  5. Usahakan membuat satu konten setiap satu jam.
  6. Gunakan quiz/polling/questions untuk menghindari kebosanan dan menarik perhatian.

Lain halnya dengan Twitter. Socmed ini bukan dijadikan untuk menjadi media narsis layaknya Facebook karena Twitter sendiri memang intensinya untuk bernarsis ria. Socmed ini lebih digunakan sebagai media interaktif, media branding, dan media sharing. Untuk tips penggunaannya sendiri, menurut Bapak Yunus, sebaiknya kita menggunakan username 3S (short, simple, straight), buat tweet yang positif dan menghibur, reply dan re-tweet postingan follower maupun following kita, selalu folback real followers kita, adakan kultwit minimal sekali sehari, dan hindari twitwar.


So, are you ready for being famous? :D


0 comments:

Post a Comment

About the writer

Hello! I am Dinur Rahmani Sadat || Just graduated from Universitas Indonesia || A dreamer and dream achiever || Lecturer and IT Consultant wanna be || Drawing and reading for pleasure || LPDP scholarship candidate

Tag Cloud

Cool Labels by CBT