Kemarin saya beserta teman-teman program kepemimpinan LPDP melakukan ekskursi ke salah satu bank terbaik di Indonesia, yaitu Bank Mandiri. Kami melakukan perjalanan yang cukup melelahkan dari wisma tempat kami menginap di daerah Kelapa Dua sampai gedung Graha Mandiri di Sudirman. Pertama kali kami datang, panitia acara dari Bank Mandiri menyambut kami dengan hangat dengan pelayanan yang sangat memuaskan sehingga menjadi salah satu pengalaman menarik selama mengikuti program kepemimpinan ini.

Secara garis besar ekskursi kami ke Bank Mandiri terdiri dari tiga sesi. Pertama, para direktur Bank Mandiri memberikan pemaparan secara mendalam mengenai seluk-beluk Bank Mandiri, mulai dari sejarah pembentukan Bank Mandiri, change management atau proses transformasi yang dilakukan, perkembangan bisnisnya, hingga penjelasan mengenai pentingnya human capital terhadap pertumbuhan sebuah bangsa dan perusahaan beserta program-program employee empowerment yang dimilikinya. Dengan pembicara Bapak Ogi Prastowiyono selaku Compliance and Human Capital Director,  kami dijelaskan mengenai posisi sumber daya manusia yang semakin penting dalam sebuah Negara dan perusahaan, terutama SDM dengan usia produktif (128 juta). Dengan semakin banyaknya usia produktif di Indonesia dan posisi perekonomian Indonesia yang masuk ke dalam 20 besar di seluruh dunia, ini merupakan peluang yang besar untuk semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai peringkat ke-7 di dunia pada tahun 2030 sesuai dengan prediksi dari McKinsey. Dari situlah Mandiri sudah bisa melihat potensi luar biasa dari SDM terhadap pertumbuhan bisnisnya. Oleh karena itu, Mandiri sudah mulai menerapkan Employee Value Proposition yang berarti perlakuan karyawan sebagai bagian dari asset penting perusahaan. Kata beliau, ada beberapa aspek-aspek penting yang menjadi sorot dalam delivery EVP ini, yaitu aspek fisik, intelektual, emosional, dan yang terpenting spiritual. Beberapa program yang dimiliki Mandiri dalam pencapaian EVP ini, seperti pembentukan komunitas, empowerment dalam hal edukasi, dan fasilitas ramah lingkungan. Selain itu, dalam prosesnya, Bank Mandiri juga membuat change agent yang merupakan karyawan-karyawan terbaik pilihan Mandiri untuk membantu 4 orang kawan lainnya dalam membantu menanamkan values perusahaan kepada mereka.

Materi menarik selanjutnya adalah mengenai transformasi Bank Mandiri yang disampaikan oleh Bapak abdul Rachman selaku Institutional Banking Director. Beliau menjelaskan bahwa bank di Indonesia masih memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian Negara karena 80% - 90% GDP Indonesia berasal dari perbankan, sedangkan sisanya berasal dari pasar modal yang sangat kecil. Menceritakan sejarah sedikit, beliau mengatakan bahwa Bank Mandiri ini sebenarnya merupakan hasil merger dari 4 bank yang dulu hampir bangkrut. Kesempatan inilah yang dilakukan oleh direktur Bank Mandiri untuk melakukan perubahan secara total terhadap bisnisnya. Pada saat itu, untuk menghindari adanya rasa fanatic terhadap banknya masing-masing, akhirnya diputuskan bahwa direktur utama dari Bank Mandiri tidak boleh berasal dari keempat bank yang merger tersebut. Selain itu, semua direktur juga diganti, kepala cabang dari suatu bank tidak boleh ditempatkan di bank asal mereka, dan implementasi TI masih belum terlalu canggih. Sesi pertama diakhiri dengan lunch dan kemudian dilanjutkan dengan keliling-keliling beberapa departemen di Bank Mandiri.

Setelah makan siang, saya dan teman-teman mengunjungi Executive Business Center sebagai kunjungan pertama saya dan beberapa teman. Di sini kami diinfokan mengenai profil Bank Mandiri, perkembangan bisnis, perkembangan nilai-nilai, dan perkembangan teknologi. Selanjutnya, kami diajak melihat Treasury Group. Selain itu, kami juga diajak berkeliling ke IT helpdesk and command center yang merupakan divisi TI dari Bank Mandiri. Divisi ini berfungsi sebagai pengontrol dan pemberi servis TI bagi customer internal Mandiri di seluruh Indonesia.

Materi selanjutnya adalah mengenai financial literacy dimana kami diberi ilmu-ilmu baru mengenai pengelolaan keuangan dengan pembicara Ibu Yana. Beliau mengatakan bahwa kepintaran keuangan adalah sebuah proses mental bagaimana kita menyelesaikan masalah keuangan kita, dan intelegensi keuangan ini tidak sebanding dengan kemampuan akademik. Melalui perencanaan keuangan, kita akan bisa mengatur hidup kita dengan lebih baik. Lalu, bagaimana caranya? Tetapkan tujuan dari pengeluaran kita, kalau bisa pada setiap harinya. Usahakan jangan terlalu berlebihan tapi juga jangan terlalu pelit. Selain itu, selalu catat anggaran keuangan kita dan pengeluaran kita. Hal ini dapat membantu kita untuk mengontrol pengeluaran sehingga kita bisa menyisihkannya untuk simpanan. Simapanan tersebut juga bisa berfungsi sebagai dana darurat jika terjadi musibah atau lainnya. Kita juga bisa mencoba berinvestasi sebagai bentuk lain simpanan masa depan, bisa berupa investasi rumah, emas, maupun reksa dana. Kemudian materi dilanjutkan oleh Bapak Ahmad Benyamin yang menjelaskan mengenai tata cara menabung, internet banking, dan sejenisnya sebagai persiapan kami yang mau pergi ke luar negeri. Beliau juga menjelaskan mengenai penggunaan e-money dan outlet-outlet mana saja yang bisa kita kunjungi dengan menggunakan e-money tersebut. pssstt..kita kemarin juga dapat gratisan e-money lho.

Overall, itu aja sih kegiatan kami seharian. Meskipun hanya sehari, tapi terasa sangat menyenangkan. Itung-itung perbaikan gizi selama disana.Hehe..

0 comments:

Post a Comment

About the writer

Hello! I am Dinur Rahmani Sadat || Just graduated from Universitas Indonesia || A dreamer and dream achiever || Lecturer and IT Consultant wanna be || Drawing and reading for pleasure || LPDP scholarship candidate

Tag Cloud

Cool Labels by CBT