Siapa yang sudah pernah bikin presentasi, ngacung!! Dan semua orang yang ada di dalam ruangan pun mengangkat tangannya mendengar komando dari pembicara yang mengawali materi kami kemarin lusa (30 Juni 2013). Ya, kami tadi belajar mengenai bagaimana membuat presentasi yang menarik sehingga dapat memberikan dampak yang membekas terhadap audience. Materi ini dibawakan oleh seorang penulis buku dengan judul yang sama dengan tulisan ini, Bapak Tedy J. Sitepu.

Beliau memaknai presentasi sebagai sebuah media untuk menyampaikan/ menyajikan makna dari apa yang mau kita sampaikan. Tapi fenomenanya saat ini, banyak sekali kita temui presentasi-presentasi yang sama sekali tidak menarik perhatian kita, yang bisa menyebabkan kita menguap atau bahkan tertidur, misalnya slide kuliah. Eh, ini mah emang dari sononya nggak bakal menarik. #ups

Sebenarnya apa sih yang membuat sebuah presentasi itu dikatakan buruk? Menurut Pak Tedy, ada lima penyebab. Pertama, tidak adanya konsep yang ingin dibangun dalam presentasi kita. Untuk itulah, ketika akan membuat presentasi, kita harus menentukan terlebih dahulu apa tujuan dari presentasi kita agar saat dipresentasikan nantinya, ada alur/ arah yang bagus yang bisa diikuti oleh audience. Kedua, terlalu banyak ornamen sehingga malah terlihat norak. Gara-gara kita tertarik dengan gambar-gambar lucu atau background yang bermotif-motif terus kita masukkin aja semuanya ke dalam slide presentasi kita. Jangan! Karena desain yang kita pakai itu harusnya hanya ditujukan untuk memperkuat makna presentasi kita, dan bukannya untuk dekorasi. Apabila memang tidak diperlukan, ya nggak perlu dipakai. Ketiga, terlalu penuh kontennya. Kebanyakan orang pengennya simple (atau nggak mau susah?), tinggal tuang semua yang ada di makalah ke dalam slide sampai tumpah-tumpah. Saya pernah mengikuti sebuah international conference dan semua slide presentasi para speaker berwarna BW dan setiap slide isinya full dari ujung kiri atas sampe kanan bawah dan itu sangat tidak menarik menurut saya. Lalu yang keempat adalah terlalu banyak data. Ini nih kebiasaan mahasiswa. Please tapi bukan gue. Biar keren gitu kan kelihatannya kalau datanya banyak. Semakin ruwet semakin sophisticated, katanya. Padahal sebenarnya data-data itu biarkan saja audience yang membaca dari hand-out/ makalah saja. Terakhir, tidak memiliki jiwa. Apa maksudnya? Kurang hidup. Kurang interaktif. Kurang bermakna. Akibatnya apa? Audience akan lebih memilih untuk bemain gadget, ngobrol, atau bahkan tertidur di ruangan.

Lalu, komponen penting apa yang perlu diperhatikan dari sebuah presentasi yang efektif? Pak Yunus menyebutkan empat, yaitu: 1) presenter (bagaimana pun situasinya di lapangan, presenter harus tetap semangat), 2) interaksi (lakukan eye contact, senyum, dll), 3) makna (apa yang ingin kita sampaikan melalui presentasi kita), dan 4) media (means/ sarana yang kita gunakan untuk melakukan presentasi tersebut). Oleh karena itu, salah satu poin penting dalam menyampaikan presentasi adalah dengan melakukannya secara efektif sehingga bisa memberikan impact. Yang bagaimana presentasi efektif itu? Yaitu, harus impressive atau mampu menarik perhatian audiene, powerful atau harus memiliki energy positif yang kemudian disalurkan kepada para audience, actual/ contextual dimana semua data harus menunjukkan pengetahuan paling terkini dan relevan dengan audience, serta trustworthy dimana ada kepercayaan terhadap data, pendapat, usulan, dsb.

Selain itu, untuk membuat presentasi kita lebih bagus, kita juga harus membuat desain yang baik sebagai pendukung presentasi kita.  Beberapa aspek desain yang perlu diperhatikan adalah layout dimana kita bisa menerapkan teori balance dan grid design yang dapat memberikan keseimbangan tata letak pada work area slide, fonts (pilih yang umum dan jangan menggunakan terlalu banyak jenis font), warna (gunakan perpaduan warna yang baik), images (gunakan gambar sebagai pendukung pesan, bukan sebagai ornamen), dan charts (gunakan chart 2 dimensi saja).

Yang terakhir, selain pembagusan dari segi teknis, performa si presenter juga perlu diperhatikan. Beberapa saran dari Pak Tedy untuk menjadi good presenter, antara lain:
  1.  Treat your audience as a king
  2. Spread ideas and move people
  3. Help them see what you are saying
  4. Practice design, not decoration
  5. Cultivate healthy relationship 

Image's source: http://www.businessenglishpod.com/wordpress/wp-content/uploads/bigstockphoto_Mature_Business_Man_Giving_Pre_5212277.jpeg

0 comments:

Post a Comment

About the writer

Hello! I am Dinur Rahmani Sadat || Just graduated from Universitas Indonesia || A dreamer and dream achiever || Lecturer and IT Consultant wanna be || Drawing and reading for pleasure || LPDP scholarship candidate

Tag Cloud

Cool Labels by CBT