
Beliau memaknai presentasi
sebagai sebuah media untuk menyampaikan/ menyajikan makna dari apa yang mau
kita sampaikan. Tapi fenomenanya saat ini, banyak sekali kita temui
presentasi-presentasi yang sama sekali tidak menarik perhatian kita, yang bisa
menyebabkan kita menguap atau bahkan tertidur, misalnya slide kuliah. Eh, ini mah emang dari sononya nggak bakal
menarik. #ups
Sebenarnya apa sih yang membuat
sebuah presentasi itu dikatakan buruk? Menurut Pak Tedy, ada lima penyebab.
Pertama, tidak adanya konsep yang ingin dibangun dalam presentasi kita. Untuk
itulah, ketika akan membuat presentasi, kita harus menentukan terlebih dahulu
apa tujuan dari presentasi kita agar saat dipresentasikan nantinya, ada alur/
arah yang bagus yang bisa diikuti oleh audience.
Kedua, terlalu banyak ornamen sehingga malah terlihat norak. Gara-gara kita
tertarik dengan gambar-gambar lucu atau background yang bermotif-motif terus
kita masukkin aja semuanya ke dalam slide presentasi kita. Jangan! Karena
desain yang kita pakai itu harusnya hanya ditujukan untuk memperkuat makna
presentasi kita, dan bukannya untuk dekorasi. Apabila memang tidak diperlukan,
ya nggak perlu dipakai. Ketiga, terlalu penuh kontennya. Kebanyakan orang
pengennya simple (atau nggak mau
susah?), tinggal tuang semua yang ada
di makalah ke dalam slide sampai tumpah-tumpah. Saya pernah mengikuti sebuah international conference dan semua slide
presentasi para speaker berwarna BW
dan setiap slide isinya full dari
ujung kiri atas sampe kanan bawah dan itu sangat tidak menarik menurut saya. Lalu
yang keempat adalah terlalu banyak data. Ini nih kebiasaan mahasiswa. Please tapi bukan gue. Biar keren gitu
kan kelihatannya kalau datanya banyak. Semakin ruwet semakin sophisticated, katanya. Padahal
sebenarnya data-data itu biarkan saja audience
yang membaca dari hand-out/ makalah saja. Terakhir, tidak memiliki jiwa.
Apa maksudnya? Kurang hidup. Kurang interaktif. Kurang bermakna. Akibatnya apa?
Audience akan lebih memilih untuk
bemain gadget, ngobrol, atau bahkan
tertidur di ruangan.
Lalu, komponen penting apa yang perlu
diperhatikan dari sebuah presentasi yang efektif? Pak Yunus menyebutkan empat,
yaitu: 1) presenter (bagaimana pun situasinya di lapangan, presenter harus
tetap semangat), 2) interaksi (lakukan eye
contact, senyum, dll), 3) makna (apa yang ingin kita sampaikan melalui
presentasi kita), dan 4) media (means/
sarana yang kita gunakan untuk melakukan presentasi tersebut). Oleh karena itu,
salah satu poin penting dalam menyampaikan presentasi adalah dengan
melakukannya secara efektif sehingga bisa memberikan impact. Yang bagaimana presentasi efektif itu? Yaitu, harus impressive atau mampu menarik perhatian audiene, powerful atau harus memiliki energy positif yang kemudian
disalurkan kepada para audience, actual/
contextual dimana semua data harus menunjukkan pengetahuan paling terkini
dan relevan dengan audience, serta trustworthy dimana ada kepercayaan
terhadap data, pendapat, usulan, dsb.
Selain itu, untuk membuat
presentasi kita lebih bagus, kita juga harus membuat desain yang baik sebagai
pendukung presentasi kita. Beberapa aspek
desain yang perlu diperhatikan adalah layout dimana kita bisa menerapkan teori balance dan grid design yang dapat memberikan keseimbangan tata letak pada work area slide, fonts (pilih yang umum
dan jangan menggunakan terlalu banyak jenis font), warna (gunakan perpaduan
warna yang baik), images (gunakan gambar sebagai pendukung pesan, bukan sebagai
ornamen), dan charts (gunakan chart 2 dimensi saja).
Yang terakhir, selain pembagusan dari
segi teknis, performa si presenter juga perlu diperhatikan. Beberapa saran dari
Pak Tedy untuk menjadi good presenter,
antara lain:
- Treat your audience as a king
- Spread ideas and move people
- Help them see what you are saying
- Practice design, not decoration
- Cultivate healthy relationship
Image's source: http://www.businessenglishpod.com/wordpress/wp-content/uploads/bigstockphoto_Mature_Business_Man_Giving_Pre_5212277.jpeg
0 comments:
Post a Comment